ANGKLUNG #30: HUTAN LINDUNG

Indonesia dikenal punya hutan daratan sangat luas. Hingga 2017, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang dilansir Selasa (3/4/2018), luasnya mencapai 125.922.474 hektare. Secara umum, luasnya menyusut. Misalnya, dibanding data KLHK pada 2015 yang dipelajari Lokadata Beritagar.id, luas hutan Indonesia masih sekitar 128 juta hektare.Tentu saja penurunan ini akibat kebakaran dan pembalakan liar (deforestasi). Bila merujuk pada perhitungan Ditjen Planologi KLHK, angka deforestasi Indonesia periode 2014-2015 mencapai 1,09 juta hektare dan 2015-2016 menjadi 0,63 juta hektar. Selain penurunan luas hutan produksi, pemerintah juga dihadapkan pada persoalan hutan berizin yang dikelola swasta. (Novianto H, 2018)

Menurut data yang dirilis Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) berdasarkan data dari Global Forest Resources Assessment (FRA), Indonesia menempati peringkat kedua dunia tertinggi kehilangan hutan setelah Brasil yang berada di urutan pertama. Padahal, Indonesia disebut sebagai megadiverse country karena memiliki hutan terluas dengan keanekaragaman hayatinya terkaya di dunia. Pentingnya hutan lindung dalam suatu Negara, demi berjalannya ekosistem dengan baik merupakan salah satu factor dari berjalannya suatu sirkulasi yang baik. Namun, perlu diketahui apa pengertian dari hutan lindung itu sendiri. Hutan lindung merupakan kawasan hutan yang mempunai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan. Wewenang pemerintah ditetapkan menjadi lokasi yang dilindungi.
Hutan itu menjaga, menjaga sekitarnya agar tetap aman. Hutan itu melindungi, melindungi agar sekitarnya tetap hidup, sebagaimana hutan lindung melindungi dan menjaga wilayah sekitarnya. Seperti halnya pada UUD RI NOMOR 41 TAHUN 1999 “Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.” Tetapi apa yang terjadi, setiap tahun Indonesia telah kehilagan hutan seluar 684.000 hektar akibat pembalakan liar, kebakaran hutan,serta alih fungsi hutan. Entah dengan maksud melawan peraturan, tanpa ada kesadaran, atau ada skenario bisnis didalamnya.

Ekosistem hutan akan terjaga stabilitasnya jika adanya suatu kawasan lindung dalam pengertian yang lebih sempit, biasa dikenal dengan istilah hutan lindung. Kawasan hutan ditetapkan sebagai hutan lindung karena berfungsi sebagai penyedia cadangan air bersih, penahan erosi, paru-paru kota atau fungsi-fungsi lainnya. Diantaranya 5 fungsi dari hutan lindung yaitu :

1. Penopang kehidupan
2. Menyimpan cadangan air tanah
3. Penyimpan sumber daya genetika
4. Habitat hidup hewan dan tumbuhan
5. Tempat pendidikan dan laboratorium alam

Pemicu terbesar kegiatan penghilangan hutan adalah kegiatan industri, terutama industri kayu. Faktor lainnya adalah karena adanya alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan atau bisa juga dijadikan sebagai ahan pemukiman bagi warga. Manfaat besar yang diberikan hutan lindung ternyata akan mengancam terjadinya kerusakan pada hutan, melainkan bukan kesadaran untuk menjaganya. Berikut hal yang terjadi akibat kerusakan hutan :

1. Perubahan iklim
2. Kehilangan berbagai jenis spesies
3. Mengakibatkan Banjir dan erosi tanah
4. Terganggunya siklus air, dan mengakibatkan kekeringan
5. Rusaknya ekosistem darat dan laut

Melihat kondisi hutan lindung saat ini sudah rusak parah, apakah solusinya hanya prihatin? Hutan lindung, sebagai pelindung dari berjalannya ekosistem kehidupan kita yang melindungi, terlihat sedang tak terlindungi. Lalu bagaimana? Mereka yang harap gampang dan instan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan hidupnya, tidak peduli akan akibat yang diberikan. Mereka merusak hutan, tidak bisa ditonton begitu saja. Melainkan harus segera menghentikan faktor penyebabnya dan melakukan konservasi pemulihan kembali.

Gedung Kita

Alamat

Lembaga Kedaulatan Mahasiswa, Universitas Brawijaya, Malang 65113

Kirim Hari ini

Email